Cara Kerja Mesin Pendingin


Pada dasarnya sistem yang digunakan pada AC Ruang, Kulkas, Freezer dan alat pendingin lainya adalah sama, hanya bentuk dan ukurannya yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhannya. Pada dasarnya pendinginan yang terjadi pada mesin pendingin adalah hasil dari refrigrasi atau proses perputaran refrigran, tentu saja refrigran tidak akan berputar sendiri oleh karena itu dalam sistem pendingin ada beberapa komponen untuk mengalirkan refrigran yaitu:
  1. Kompresor
    kompresor berfungsi untuk memompa refrigran sehingga refrigran dapat berputar dalam sistem pendingin, kompresor bisa juga disebut jantung dari mesin pendingin.
  2. Kondensor
    kondensor berfungsi untuk membuang panas yang dihisap oleh refrigran dari ruangan yang akan didinginkan, kondensor terletak setelah kompresor jadi refrigran yang ditekan oleh kompresor akan masuk ke kondensor.
  3. Filter
    filter berfungsi untuk menyarin refrigran agar dalam keadaan bersih saat melewati expansi, filter hanya sebagai tambahan sehingga boleh ada atau boleh tidak, letak filer terdapat setelah kondensor.
  4. Expansi
    expansi berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigran, expansi terletak setelah filter.
  5. Evaporator
    evaporator berfungsi untuk menghisap panas yang ada diruangan yang akan didinginkan, evaporator terletak setelah expansi.
  6. Akumulator
    akumulator berfungsi sebagai penyaringan gas dari cairan, sehingga refrigran yang masuk ke dalam kompresor dalam keadaan gas (kompresor dirancang untuk memompa gas bukan cairan), akumulator hanya sebagai tambahan boleh ada atau boleh tidak, akumulator terletak setelah evaporator dan sebelum kompresor.
Itulah sedikit dari pengertian dan fungsi komponen mesin pendingin.

"Zona Teknik" Kami memberikan layanan Service AC Ruang Jogja meliputi service cleaning, pengecekan arus & tegangan, dan pengecekan tekanan refrigran. Dengan biaya Rp.50.000,- (bergaransi) 'hubungi kami'
Posted by: Zona Teknik Updated at : Tuesday, 22 September 2015

Penyebab Kompresor Rusak


Kompresor adalah alat yang paling utama dalam mesin pendingin sebab kompresor adalah penggerak refrigran agar dapat bersirkulasi dan menghisap panas, kompresor digunakan untuk memompa gas bukan cairan sebab kompresor menggunakan sistem piston, kompresor ada beberapa jenis tapi yang akan dibahas berikut ini adalah kompresor yang menggunakan kumparan sebagai mesin penggerak, banyak faktor yang menyebabkan kompresor rusak yaitu:
  1. Kelebihan Beban
    kelebihan beban terjadi karena adanya gas yang telalu banyak untuk dipompa oleh kompresor sehingga kompresor tidak mampu memompa lagi mengakibatkan putaran rotor berhenti/pelan dan arus sangat tinggi mengakibatkan kumparan terbakar dan kompresor rusak.
  2. Kehabisan Oli
    kehabisan oli terjadi karena adanya kebocoran pada sistem refrigran sehingga oli keluar dari sistem refrigran yang mengakibatkan mesin berputar tanpa pelumas dan mengakibatkan panas yang berlebih, panas yang sangat tinggi mengakibatkan kumparan terbakar dan overload rusak.
  3. Arus dan Tegangan
    arus dan tegangan sangat menentukan kerusakan yang terjadi pada kompresor, walau pun kompresor baru kalau arus dan tegangan tidak sesuai dapat mengakibatkan kerusakan, sebab kumparan motor sangat peka dengan arus dan tegangan.
  4. Kapasitor Mati
    kapasitor adalah alat yang digunakan untuk menggeser fasa sehingga kutub bantu mempunyai kecendrungan ke kanan atau ke kiri karena itulah kapasitor sangat berperan penting pada motor kapasitor, sehingga kalau kapasitor mati rotor tidak dapat berputar karena tidak mempunyai kecendrungan yang mengakibatkan lilitan terbakar karena terjadi arus pendek pada lilitan (kompresor 1 fasa dibawah 1/2 PK menggunakan PTC dan 1/2 PK keatas menggunakan kapasitor, fungsi PTC hampir sama dengan kapasitor hanya saja PTC tidak menimbulkan pergeseran fasa hanya memberikan kutub bantu yang muncul beberapa detik saja sedangkan kompresor 3 fasa tidak menggunakan kapasitor atau PTC)
  5. Buntu
    kebuntuan yang terjadi pada sirkulasi refrigran dapat menyebabkan kompresor bekerja sangat keras sebab pada pipa tekan, tekanan menjadi sangat tinggi dan pada pipa hisap menjadi sangat rendah, hal ini menyebabkan kompresor overload karena kelebihan beban. Kebuntuan dapat terjadi pada semua bagian sirkulasi refrigran namun yang paling sering terjadi kebuntuan adalah pada expansi sebab expansi adalah bagian yang paling kecil jalurnya dibanding yang lain. Kebuntuan dapat diatasi dengan flasing atau mengganti bagian yang buntu.
  6. Salah Pengisian
    kesalahan pengisian refrigran atau oli dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor, ini karena kompresor dirancang sedemikian rupa oleh pabrik untuk diisi dengan refrigran dan oli tertentu saja, jika kompresor diisi dengan refrigran dan oli yang tidak ada pada ketentuan dapat mengakibatkan komponen-komponen yang ada kompresor menjadi rusak karena tidak cocok dengan refrigran dan oli.
  7. Aus dan karat
    keadaan kompresor yang sudah tua sering menimbulkan keausan dan karat hal ini adalah wajar jika kompresor sudah berusia 5-10 tahun. Keausan yang terjadi pada kompresor biasanya pada piston ini ditandai dengan tidak dinginnya evaporator, arus kecil, tekanan freon pada pipa tekan dan pipa hisap tidak jauh berbeda. Karat dapat terjadi pada body kompresor dan dapat menimbukan bocor pada kompresor. Kompresor yg telah aus atau berkarat sebaiknya diganti.

Demikianlah beberapa faktor yang paling sering menyebabkan kompresor rusak.

"Zona Teknik" Kami memberikan layanan untuk penggantian kompresor Yogyakarta dan sekitarnya AC Ruang, Kulkas, Freezer, Show Case, dan Mesin Pendingin lainnya baru atau 2nd 'hubungi kami'

"Zona Teknik" Kami memberikan layanan Service AC Yogyakarta meliputi service cleaning, pengecekan arus & tegangan, dan pengecekan tekanan refrigran. Dengan biaya Rp.50.000,- (bergaransi) 'hubungi kami'
Posted by: Zona Teknik Updated at :

Fungsi Pipa Pada Kompresor

Fungsi Pipa Pada Kompresor
Keterangan Gambar:
  • Kompresor merupakan alat yang berfungsi untuk memompa gas refrigran dari pipa hisap menuju pipa tekan.
  • Pipa Tekan merupakan pipa penghubung antara kompresor dengan kondensor, pipa tekan bersuhu tinggi sehingga dibiarkan terbuka agar panas berpindah ke udara.
  • Pipa Hisap merupakan pipa penghubung antara evaporator dengan kompresor, pipa hisap bersuhu rendah sehingga diberi isolator agar suhu rendah dapat sampai pada kompresor dan membantu pendinginan kompresor.
  • Dop merupakan bagian dari kompresor yang berfungsi untuk mengisi refrigran, refrigran yang dimasukkan melalui dop ini harus berupa gas karena terletak pada tekanan rendah sama seperti pipa hisap.
Kompresor ini biasanya terdapat pada mesin pendingin seperti Kulkas, Freezer, Showcase, dll.
Posted by: Zona Teknik Updated at : Wednesday, 7 December 2011

Cara Mengetahui Kondisi Kompresor

Kompresor merupakan alat yang sangat penting dalam sebuah mesin pendingin (AC, Kulkas, Freezer, Chiler, Show Case, dll) oleh karena itu ketika membeli mesin pendingin terutama 2nd yang pertama kali harus diperiksa adalah kompresor. Hal yang perlu dilakukan pada saat memeriksa kompresor adalah:
  1. Kondisi Fisik
    kondisi fisik merupakan hal yang penting untuk diperhatikan sebab dari fisik dapat diketahui apakah kompresor tersebut bocor/tidak, ciri-ciri kompresor yang bocor adalah adanya oli yang keluar dari kompresor. Kebocoran pada kompresor kebanyakan disebabkan oleh korosi (karat), selain itu juga dapat disebabkan oleh penanganan yang salah (pengelasan yang salah sehingga malah merusak kompresor, jatuh, dll).
  2. Arus Listrik
    arus listrik sangat penting untuk diperhatikan sebab dari arus listrik dapat diketahui bagaimana keadaan mesin kompresor.
    Jika arus listrik melebihi ketentuan yang ada pada spesifikasi maka hal ini perlu dianalisa lebih jauh sebab kompresor berpotensi mengalami kerusakan seperti: kekurangan oli, lilitan kompresor sudah tidak normal, sistem refrigran buntu, kapasitor lemah/mati, dll.
    Jika arus listrik lebih kecil dari spesifikasi maka kompresor berpotensi mengalami kerusakan seperti: piston aus, terjadi kebocoran pada ruang piston dan sistem refrigran,dll.
  3. Tekanan Kompresor
    tekanan kompresor perlu diperhatikan sebab tekanan kompresor yang sudah tidak standar dapat mengurangi kemampuan mesin pendingin. Untuk itu perlu dilakukan pengetesan untuk mengetahui tekanan kompresor masih dapat mencapai tekanan maksimal/tidak, hal ini dapat dilakukan apabila kompresor terpisah dengan mesin pendingin dengan cara memasang manifold tekanan tinggi pada pipa tekan kemudian menyalakan kompresor sehingga dapat diketahui tekanan maksimal kompresor kemudian matikan kompresor, apabila tekanan menurun maka kompresor mengalami kebocoran pada piston atau ruang piston, kemudian untuk mengetahui daya hisap kompresor pasang manifold tekanan rendah pada pipa hisap kemudian nyalakan kompresor sampai jarum manifold menunjuk -30 psi, jika jarum manifold tidak mencapai -30 psi maka kompresor mengalami kerusakan pada piston atau kekurangan oli. Namun jika kompresor telah terpasang pada sistem refrigran untuk mengetahui tekanan dan daya hisap masih standar/tidak dapat dilakukan dengan cara membandingkan tekanan refrigran dengan arus listrik (jika arus listrik normal maka tekanan juga harus normal).
  4. Suara Kompresor
    suara kompresor penting untuk diperhatikan sebab dari suara dapat diketahui apakah kompresor tersebut masih normal/tidak. Apabila kompresor mengeluarkan suara berderik dengan keras maka kompresor berpotensi akan mengalami keausan pada piston atau hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan oli.
Demikianlah hal-hal yang perlu diperhatikan pada kompresor saat membeli mesin pendingin.

"Zona Teknik" kami melayani pengantian kompresor yogyakarta dan memberikan solusi kerusakan pada mesin pendingin anda.
Posted by: Zona Teknik Updated at : Friday, 17 June 2011

Kebocoran Refrigran Mesin Pendingin

Kebocoran refrigran yang terjadi pada mesin pendingin menyebabkan mesin pendingin tidak dingin lagi. Ciri-ciri mesin pendingin yang bocor diantaranya: keluarnya oli dari permukaan pipa yang dilalui refrigran, terdapat karat biasanya berwarna hijau pada pipa yang dilalui refrigran, terlihan gelembung ketika pipa diberi tekanan dan diraba dengan busa sabun. Berikut ini adalah cara untuk memperbaiki kebocoran mesin pendingin:
Mencari sumber kebocoran dengan cara memisahkan semua komponen mesin pendingin (kompresor, kondensor, filter, expansi, evaporator, dan akumulator) kemudian untuk kondensor & evaporator pasang nepel/dop pada ujungnya (menggunakan las) kemudian ujung yang satunya ditutup/dibuntu (menggunakan las), setelah itu pasang selang manifold (alat pengukur tekanan) berwarna merah pada nepel/dop kemudia pasang selang kuning pada tabung refrigran (gunakan refrigran yang sama dengan aslinya mesin pendingin) kemudian tutup keran biru dan buka keran merah pada manifold & keran tabung refrigran sampai tekanan 100 psi sampai 300 psi, kemudian tutup keran merah pada manifold & keran tabung refrigran, setelah itu raba semua bagian dengan busa sabun/direndam dalam air seperti tambal ban sampai ketemu kebocorannya, setelah ketemu kebocorannya buang refrigran yang tersisa dalam kondensor & evaporator lalu tambal kebocoran dengan bahan yang sesuai dengan logam bahan dasar kondensor & evaporator. Dan untuk filter, expansi, dan akumulator sebaiknya diganti. Setelah selesai penambalan buka ujung kondenror & evaporator menggunakan pemotong pipa lalu bersihkan kondensor & evaporator dengan cara memasukkan R-11 (berbentuk cair sehingga pada saat memasukkannya ke kondensor & evaporator tabung R-11 harus terbalik agar R-11 dapat mengalir) melalui manifold posisi sama seperti saat memberi tekanan, kemudian setelah R-11 dimasukkan kurang lebih 1 ons tutup keran tabung R-11 lalu lepas selang yang ada pada tabung R-11 ke tabung refrigran yang sama dengan aslinya, buka keran pada tabung refrigran sehingga R-11 keluar bersama uap air dan kotoran, lakukan berulang-ulang sampai bersih setelah itu sambung kembali semua bagian seperti awal, kemudia setelah terpasang dari bagian yang ada napel/dop (nepel/dop letaknya tergantung jenisnya) pasang selang biru manifold pada nepel/dop dan selang kuning pada mesin vakum, tutup keran merah dan buka keran biru kemudian hidupkan mesin vakum hingga jarum manifold menunjuk -30 psi kemudian tutup keran biru dan matikan mesin vakum, setelah itu pindah selang biru ke tabung refrigran yang sama dengan aslinya dan buka keran biru dan keran tabung hingga jarum menunjuk isi normal dari mesin pendingin kemudian hidupkan mesin pendingin dan lakukan hal tersebut sampai batas normal pengisian refrigran. Demikianlah cara memperbaiki kebocoran pada mesin pendingin.

"Zona Teknik" Kami memberikan layanan untuk perbaikan kebocoran mesin pendingin Yogyakarta 'hubungi kami'
Posted by: Zona Teknik Updated at : Sunday, 30 January 2011